HAVENIA | Brand Rejuvenate – Rebranding
21592
post-template-default,single,single-post,postid-21592,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.7,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive

Brand Rejuvenate – Rebranding

Ada kalanya suatu brand setelah beberapa tahun perlu ditelaah ulang konsep dan strateginya. Apakah pamor brand tsb semakin naik atau turun? Pada umumnya setiap brand akan mengalami sebuah cycle: lahir, dewasa, stagnant, kemudian akhirnya menurun dan mati – sama seperti manusia. Karena itu di tengah kompetisi dan trend yg semakin berkembang, sebuah brand selalu evolve (berkembang) dan terus menerus mencari tahu keinginan dan kebutuhan konsumen yg selalu berubah.

Salah satu cara yg dilakukan adalah melalui survey / research dengan beberapa pertanyaan spt berikut:
* di mata para konsumen – apa yg menjadi USP (Unique Selling Point) dr brand selama ini?
* kesenangan apa yg dirasakan konsumen dari produk yg ditawarkan?
* kesan negatif apa yg ditangkap dr brand?
* apakah brand tsb masih dianggap aktif oleh konsumen? bagaimana posisinya ditengah kompetitor yg lain?
* apakah brand tsb memiliki nilai tambah bagi konsumen atau seberapa ingin konsumen memiliki brand tsb?
* seberapa besar kesetiaan konsumen terhadap brand?

Brand yg telah berumur lama umumnya memiliki karakter yg mirip satu sama lain. Mereka tidak bergantung pada promo diskon namun lebih memilih strategi harga agak mahal namun mempertahanan segi kualitas yg selama ini telah dikenal baik. Karakter lainnya: memiliki keuntungan yang stabil, jaringan distribusi yg terarah di beberapa cabang dan didukung sedikit usaha marketing (kebanyakan below the line).

Brand ini dapat dikatakan telah berada di comfort zone dimana telah memiliki konsumen2 yg loyal dan sering melakukan pembelian berulang. Namun di luar dr konsumen2 yg loyal tsb dan di luar dari zona area tersedianya produk, masih banyak konsumen2 lain yg belum mengenal brand ini. Untuk mengenalkan kepada mereka terlebih pada generasi baru, diperlukan usaha pemasaran dan rencana2 advertising yang baru dan ekstensif.

Jika keputusan untuk rebranding telah diambil, langkah selanjutnya adalah menentukan seberapa jauh perubahan / makeover yg akan dilakukan. Mulai dari logo, warna, slogan, packaging dll – semuanya harus diberikan identitas baru yang akan menentukan kesan dan pesan yang ditangkap oleh konsumen. Terkadang tidak hanya merubah identitas, namun juga merubah sistem manajemen dan lebih jauh lagi sampai pada konsep pembuatan produk.

Kesimpulan, membangun kembali suatu brand harus dilihat apakah memang waktunya sudah tepat, mungkin pada saat laporan penjualan telah mengalami stagnant bertahun tahun, brand tidak lagi dikenal oleh generasi baru konsumen atau manajemen yg tidak lagi efektif dan efisien. Pada akhirnya keputusan untuk memperbaharui brand kembali adalah untuk kepuasan konsumen dan memberikan profit yg lebih baik bagi perusahaan sehingga semua pihak akan diuntungkan.

No Comments

Post a Comment